Kecuali, kepada suaraku

aydaefel:

Evolution of the Desk (1980-2014)

gif: grofjardanhazy, original video via Best Reviews

:’)

keren

Buku rekomendasi: Dikatakan atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta (Tere-Liye)

gramedia:

image

Sebuah kumpulan sajak dari Tere-Liye

READYYYYYY

Ketiduran

"Mbak, bangun Mbak. Udah di Bogor…"

Sayup-sayup suara itu kemudian membangunkan gue. Hah, ketiduran lagi. Yaa sudah lah. Seenggaknya bisa regangin otak bentar untuk siang yang menjemukan ini.

Gue gak gitu suka sama siang deh. Selain panas, udah gitu terang. Enakan remang-remang. Jadi, gue menganggap siang adalah proses menuju senja, menuju malam, menuju dini hari, paporit gue.

Gue gak berubah dari posisi gue tadi. Tetep di pinggiran dengan posisi manusia paling gak niat hidup. Kemudian gue bengong. Sebelah kanan dan kiri kereta gue langsung kereta. Peronnya dempetan ceritanya. Sama sih, jam segini, di kereta dari arah Bogor emang selalu sepi orang.

Dari pintu kereta deket gue duduk, ada 1 ibu muda dan anaknya mau naik kereta gue. Posisi kereta yang tinggi banget membuat ibu itu dan anaknya dibantu seorang laki-laki berseragam merah. Oh, petugas KAI sepertinya. Mungkin semacam cleaning service gitu. Setelah membantu ibu dan anaknya itu naik, si laki-laki tadi malah naik ke kereta yang sebelah kanan. Bukan ke kereta kami. Mereka kemudian saling berlempar kata dari satu kereta ke kereta lain. Teriak-teriak unyu gitu. Seru banget liatnya. Akrab. Sampai si Ibu bilang, “Dadah dulu sama Ayah sana.” Wah, ternyata Bapaknya anak ini. Si Ibu dan anak berjalan terus di dalam kereta menuju depan, sementara si Ayah juga melakukan hal yang sama dari keretanya. Si Ayah dengan lucunya melakukan gerakan petak umpet dengan si anak. Sampai si anak tertawa terbahak sambil berujar, “Ayah… Ayah… Haha..” sampai akhirnya mereka gak terlihat lagi sama jarak pandang gue.

Lucu banget liatnya. Entah kenapa seru aja liat Bapak yang suddenly berubah kayak badut ketika ada anaknya. Padahal tadi ‘laki banget’ pas bantu si Ibu naik. Mukanya serius dan capek gitu. Unyu :3

Intinya, selalu ada cerita ketika ketiduran. Hahaha

Keluh

Aku sering berpikir tentang syukur. Sampai akhirnya Kau memberiku ujian. Aku mencoba menanamkan syukur. Sampai Kau ujiku dengan pendirian. Aku kini berjalan dengan syukur. Tanpa rasa apapun, sendirian.

Allah, sejujurnya, aku kadang lelah. Apakah keluh ini, bentuk hinaku? Setelah bertahun aku berusaha, apa ini bentuk diriku? Aku malu mengakuinya. Tapi aku merasa lebih hina jika tidak kutumpahkan: dengan bahasaku. Sesuatu yang Engkau pun bahkan tanpa akuanku jauh lebih mengetahui dibanding diri ini.

Lelah.

Dan, selamat. Aku mengeluh lagi.

Semoga tidak sekedar helaan. Tapi sebagai penambah rasa supaya ia tidak sendirian. Bertambahlah syukurku. Bertambahlah rasa-nya.

The moon shines brightly but my heart…..

Ada apa dgn hari ini cha? Knp kamu sensitif sekali…..

Menyuasanai Diri

Pernah nggak?
Jalan-jalan ke mall, terus karaokean, ber-have fun ria, rame-rame.
Tapi setelah itu, ngerasa hampa dan kosong.

Atau,

Pernah nggak?
Naik kereta dari satu stasiun ke stasiun lain, atau jalan kaki dari satu tempat ke tempat lain yg cukup jauh, nikmatin suasana, angin, pecel, sendirian.
Tapi rasanya terisi.

Aku sering. Sering banget


Bagiku, menikmati itu, bukan itu. Tapi ‘itu’.

Capeekkk bgtzz tp jd juga. Percobaan kedua lebih enak ternyata. with Rani Amalia – View on Path.

Capeekkk bgtzz tp jd juga. Percobaan kedua lebih enak ternyata. with Rani Amalia – View on Path.

Say AAAAA #cemkul #mudik

Say AAAAA #cemkul #mudik

Meskipun HP gak pro, yg pntg dpt hasilnya. Haha makasih pengalaman mudiknya, Cemara and friends.. Semoga bs ketemu lagi.. with dhika, Azhari, and Fathia Agzarine at Desa Cemara Kulon – View on Path.

Meskipun HP gak pro, yg pntg dpt hasilnya. Haha makasih pengalaman mudiknya, Cemara and friends.. Semoga bs ketemu lagi.. with dhika, Azhari, and Fathia Agzarine at Desa Cemara Kulon – View on Path.

Mudik (Part 1)

Buat kalian yang punya kampung, tentu mudik jadi hal yang wajar. Rutinitas. Rasanya kalo nggak mudik ga lengkap. Bahkan bisa jadi cenderung bosan. Hmm tapi buat gue yang memang gak punya kampung, mudik merupakan mimpi yang tertunda. Bahkan mimpi mudik aja belum berani. Nanti aja kalo punya suami yang-dan memang harus- punya kampung! Haha. tapi sebelum gue berkeluarga, alhamdulillah gue bisa merasakan ‘kembali’ ke ‘rumah’. Iya, di Indramayu :’). Tepatnya di Desa Cemara Kulon. Tepat pertama kali kaki gue menapak di Stasiun Jatibarang perasaan itu meningkat hingga sesak nafas saking senengnya. Apalagi ketika melewati jalan lurus aspal dengan pesona tambak di kiri kanan menuju sana. Dalam-dalam gue hirup nafas dalaam lalu menghembuskannya. Tenang. Ada pula perasaan merindu dan dirindukan yang timbul. Hihihi senang rasanya.

Oke, itu nanti.

Read More

Lama, perempuan itu terdiam menatap pantulannya. Kedua tangannya menggenggam sebuah layar dan jemarinya pun bergerak kesana kemari. Sekilas ia sedang berkaca, namun bukan pada cermin. Pautan ini, ataupun itu, seakan ia selalu melihat dirinya jatuh. Ia tau masalah ini tak akan ada habisnya. Bagi orang lain, menjadi teladan adalah dengan mengumbar dalam perbendaharaan kalimat. Sementara baginya, kini, ia malah tak bersyukur dengan dia yang mengumpat. Kebebasannya terbelenggu, kekuatannya melemah, enerjinya habis. Hanya untuk melemahkan diri sendiri.

Jiwamu kini menunggu mati, wahai puan yang dirahmati.

"
isnidalimunthe:

Ahahahahha, masa SD bingit nih. :”)

isnidalimunthe:

Ahahahahha, masa SD bingit nih. :”)